10 Tips Cara Cepat Hamil Secara Alami Terbukti Sukses

Cara Cepat Hamil Secara Alami

Cara cepat hamil secara alami berikut ini adalah tips atau program hamil oleh dr. Rosdiana Ramli, SpOG yang terbukti sukses membantu banyak pasangan untuk mendapatkan momongan.

Untuk lebih jelasnya, berikut serangkaian pemeriksaan akan dilakukan sebelum masuk dalam tahap menjalankan program hamil seperti yang dikutip dari buku cara cepat hamil dr Rosdiana Ramli.

1. Anamnesis dan pemeriksaan fisik

Pertama-tama sebelum Anda dan pasangan menjalani pemeriksaan, dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda dan pasangan. Proses inilah yang disebut dengan anamnesis.

Sebelum memulai pemeriksaan, dokter akan mengumpulkan informasi lengkap tentang riwayat kesehatan Anda. Termasuk di dalamnya tentang riwayat kesehatan keluarga, pekerjaaan dan lingkungan dan suasana di tempat kerja, pola makan, gaya hidup, dan aktifitas fisik sehari-hari, dan lain-lain.

2. Analisa Hormonal

Langkah berikutnya adalah pemeriksaan hormonal. Ini dilakukan bila dari anamnesis ditemukan adanya gangguan haid atau bila ditemukan gangguna ovulasi.

Kesuburan seorang wanita dapat diketahui dari pemeriksaan hormon-hormon yang penting dalam proses reproduksi.

3. Uji Pasca Senggama (UPS)

Uji Pasca Senggama ini akan memberikan informasi tentang interaksi antara sperma dengan lendir mulut rahim. UPS dilakukan sekitar 2-3 hari sebelum ovulasi, atau di saat lendir mulut rahim encer.

Setelah bersenggama 2-12 jam, lendir mulut rahim diambil di daerah leher rahim, kemudian pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan mikroskop.

UPS dikatakan positif bila ditemukan paling sedikit 5 sel sperma. UPS dapat memberikan gambaran tentang kualitas sperma, fungsi lendir mulut rahim, dan keramahan lendir mulut rahim terhadap sperma.

4. Penilaian Ovulasi

Walaupun penilaian ovulasi dan masa subur dapat Anda lakukan sendiri di rumah, tetapi ada cara lain yang lebih akurat bisa dilakukan oleh dokter.

Salah satunya dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG) transvaginal. Dengan USG transvaginal, dokter akan menilai bila sudah ada satu folikel yang matang, sehingga dapat menentukan masa sibur dengan tepat.

5. Pemeriksaan Bakteriologi

Infeksi merupakan salah satu penyebab infertil (ketidaksuburan) karena infeksi yang tidak diobati akan menyebabkan perlengketan saluran telur.

Karena itu, pemeriksaan bakteriologi pada vagina dan mulut rahim merupakan salah satu rangkaian tes yang harus dijalani dalam proses pemeriksaan ini.

6. Tes Insuflasi Tuba

Tes ini biasa disebut oleh awam sebagai tes tiup. Gas karbondioksida di tiupkan kedalam rongga rahim dan tekanannya di ukur. Bila tidak ada sumbatan, gas akan lewat dengan bebas dan akan menimbulkan nyeri pada pundak.

Dengan cara ini, diharapkan dapat menghilangkan sumbatan kecil pada saluran rahim misalnya perlengketan. Namun cara ini jarang dilakukan karena hasilnya tidak dapat dipercaya.

7. Histerosalfingografi (HSG)

Pemeriksaan HSG ini dilakukan oleh ahli radiologi untuk mengetahui kondisi saluran telur, dengan cara menyuntikkan cairan khusus ke dalam rahim dan saluran telur kemudian di nilai dengan menggunakan sinar-x bila terdapat sumbatan.

8. Hidrotubasi

Prinsip pemeriksaan ini mirip dengan tes insufasi, tetapi disini digunakan cairan yang mengandung antibiotik Kanamcyn dan Deksametason.

9. Laparoskopi

Sampai saat ini, tindakan laparoskopi masih dianggap sebagai pemeriksaan yang paling baik untuk menilai kondisi dalam rahim.

Walaupun tindakan ini aman, tetapi karena merupakan suatu tindakan pembedahan, maka membutuhkan persetujuan dari pihak pasien.

10. Analisa sperma

Karena masalah intertilitas tidak terletak pada pihak wanita saja, maka analisa sperma harus dilakukan pada tahap awal. Banyak pria yang menolak melakukan pemeriksaan ini denga alasan merasa dirinya normal karena dapat menghasilkan air mani yang cukup.

Tetapi volume air mani atau semen saja tidak dapat menggambarkan kualitas sperma tersebut. Pemeriksaan sperma sangat penting, karena bila ditemukan kelainan, maka pemeriksaan dan penanganan selanjutnya lebih diarahkan kepada pria.

Baca juga:
7 Faktor Penyebab Infertilitas Pada Pria
8 Faktor Penyebab Infertilitas Pada Wanita
6 Cara Membuat Anak Laki-Laki dan Anak Perempuan

Tentunya 10 panduan cara cepat hamil yang kami ulas diatas masih dalam bentuk ringkasan. Karena tidak mungkin mencantumkannya secara lengkap pada artikel ini.

Mungkin sebelumnya Anda dan pasangan telah mencoba berbagai cara agar cepat hamil namun belum juga berhasil. Tidak ada salahnya mencoba panduan serta tips yang diberikan oleh dr Rosdiana Ramli karena terbukti berhasil membantu banyak pasangan hingga saat ini.

error: Content is protected !!