Proses Pembentukan Embrio

Proses Awal Pembentukan Embrio

Embrio merupakan bakal janin yang terbentuk dari zigot, sel yang terbentuk setelah sel sperma mampu menembus membran ovum (lapisan pelindung ovum) dan membuahi sel telur.

Masa kehamilan telah datang, Anda dinyatakan positif hamil setelah melakukan serangkaian pemeriksaan lanjut seperti scan, tes darah, dan tes hamil. Kini sembilan bulan yang sangat menakjubkan telah menanti Anda yang akan menjadi seorang Ibu.

Bagaimana proses awal terbentuknya embrio?

  • Penggabungan sel sperma dan sel telur akan membentuk DNA baru (hasil penggabungan DNA sel sperma dari ayah dengan DNA sel telur dari ibu) yang nantinya akan membentuk kromosom baru pada zigot. Peristiwa ini disebut dengan istilah pembuahan.
  • Pembuahan terjadi di saluran telur (tuba fallopi). Saat pembuahan (awal kehamilan) terjadi, lapisan dinding rahim dengan spontan akan menebal dan siap menampung zigot hingga sembilan bulan ke depan.
  • Namun apabila rahim lemah, dindingnya dapat luruh dan zigot akan keluar bersama dengan darah menstruasi yang akan datang.

Apa yang terjadi pada embrio setelah proses penggabungan terjadi?

  • Zigot tak berdiam diri di saluran telur. Ia melanjutkan perjalanannya ke rahim dengan melewati saluran telur selama 7 hari pasca pembuahan. Zigot dapat sampai ke rahim karena kontraksi otot-otot yang ada disekitar rahim.
  • Selama menempuh perjalanan, zigot akan membelah dan membentuk 16 sel. Pembentukan 16 sel ini disebut dengan tahap morula.
  • Pembelahan terus berlanjut hingga zigot membentuk sebuah sel bulat berongga bernama blastokista yang memiliki sel sebanyak 32-64. Sekitar 6 sel blastokista akan membentuk massal sel bagian dalam (embriobias) yang nantinya akan menjadi embrio.
  • Blastokista kemudian akan menempel di dalam dinding rahim. Sedangkan lapisan terluarnya (trofektoderma) akan membentuk plasenta, organ yang berfungsi sebagai pengantar asupan gizi dan oksigen dari sang ibu selama janin hidup di dalam rahim.
  • Embrioblas akan membentuk embrio dan membran embrio. Bagian tengahnya berisi cairan yang akan membentuk kantong amnion (kantong ketuban) yang berfungsi menjaga janin selama berada di dalam rahim. Seluruh proses tersebut akan terjadi selama empat minggu pasca pembuahan sperma terjadi.
  • Embrioblas kemudian akan berkembang menjadi embrio. Dan pada minggu-minggu berikutnya embrio akan berkembang menjadi janin. Selama masa itu, janin akan terus mengalami banyak perubahan yang menakjubkan.
  • Pada minggu ke-5 kehamilan, zigot akan berubah menjadi embrio setelah membelah menjadi blastokista. Pada minggu ini ukurannya masih sebesar biji apel.
  • Lapisan yang akan membentuk cairan amnion (cairan ketuban) mulai mengumpul dan pada minggu-minggu berikutnya cairan tersebut akan melindungi embrio dari bahaya yang dapat terjadi di dalam rahim.

Bagi Anda yang saat ini sedang menjalani awal sebuah kehamilan tentu sejak dari proses pembentukan embrio yang kelak akan menjadi calon bayi setelah berada dalam kandungan selama sembilan bulan.

Baca juga:
Pantangan Ibu Hamil
10 Tanda-tanda Hamil dan Gejala Awal
6 Faktor Penyebab Keguguran Kandungan

Agar kehamilan berjalan lancar dan janin sehat hingga proses persalinan, Anda bisa membaca secara lengkap pada buku panduan ibu hamil yang ditulis oleh dr. Riyani Limoa, SpOG yang sekaligus menjadi sumber pada artikel yang kami sajikan ini.

error: Content is protected !!