Inisiasi Menyusui Dini: Manfaat Bagi Bayi, Cara dan Prosedurnya

Inisiasi Menyusui Dini

Tahukah bunda bahwa banyak sekali manfaat Inisiasi Menyusui Dini (IMD) bagi bayi dan ibu. Bagaimana cara atau prosedur melakukan IMD akan kami bahas secara lengkap pada ulasan berikut ini.

Inisiasi Menyusui Dini adalah sebuah proses bayi menyusu untuk pertama kalinya setelah dilahirkan, di mana sang bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri tanpa disodorkan ke puting susu sang ibu.

Segera setelah lahir bila diletakkan di perut ibunya, bayi memiliki kemampuan untuk mencari payudara dan menyusu dengan kemampuannya sendiri.

ini adalah kemampuan alami yang ajaib dimana bayi bisa merangkak sendiri menemukan payudara ibunya. Menyusu dini sangatlah penting untuk bayi dan ibu.

Apa saja manfaat inisiasi menyusui dini ini bagi bayi dan ibu? Untuk lengkapnya bisa anda baca pada poin-poin di bawah ini yang kami kutip dari buku cara merawat bayi baru lahir yang di tulis oleh dr. Eiyta Ardinasari.

Manfaat Inisiasi Menyusui Dini

  1. Mencegah terjadinya hipotermia (bayi kedinginan). Dengan terjadinya kontak kulit bayi dan ibu, kulit ibu akan menyesuaikan dengan bayi sehingga menghindari terjadinya hipotermia.
  2. Perlekatan kulit ibu dan bayi akan membuat keduanya merasa tenang dan membantu detak jantung serta pernapasan menjadi lebih stabil. Sang bayi pun akan lebih tenang dan tidak rewel.
  3. Dengan IMD bayi akan mendapatkan bakteri baik dari ibunya dimana bakteri baik ini akan melawan bakteri berbahaya di kulit dan usus.
  4. Bayi akan memperoleh ASI  pertama yakni kolostrum yang kaya zat gizi dan antibodi serta mudah dicerna oleh usus bayi. Selain itu, bayi akan terhindar dari alergi yang kemungkinan besar terjadi bila bayi diberi makanan lain.
  5. Bayi yang menyusu dini akan membantu ibu merangsang keluarnya oksitosin yang penting untuk mencegah perdarahan pasca melahirkan dan mempercepat pengecilan uterus. Oksitosin juga akan membuat ibu lebih tenang dan kuat menahan nyeri serta merangsang timbulnya rasa bahagia.
  6. Menyusui dini akan menghindarkan terjadinya “bingung puting” pada sang ibu.

Melihat manfaat inisiasi menyusi dini yang begitu besar, maka tak salah jika Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan WHO sangat menganjurkan IMD.

Tentu bagi ibu yang baru pertama melahirkan masih bingung bagaimana prosedur atau cara melakukan inisiasi menyusui dini, untuk itu akan kami bahas secara lengkap dan detail.

Cara Inisiasi Menyusui Dini

  • Segera setelah lahir, bayi dibersihkan dan dikeringkan mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali kedua tangan. Setelaj itu bayi diletakkan di atas perut ibunya (jika melahirkan dengan operasi sectio bayi diletakkan di atas dada dengan posisi serong untuk menghindari luka operasi).
  • Saat membersihkan tubuh bayi, tidak perlu sampai menghilangkan lapisan verniks karena ini bisa befungsi untuk menghangatkan bayi. Dada ibu tidak perlu dibersihkan sehingga bayi mengenali ibunya dari cairan amnion (air ketuban) yang sama dengan bau di tangannya.
  • Setelah petugas medis memotong dan mengikat tali pusat, bayi kemudian ditengkurapkan di perut ibunya dengan kepala menghadap ke kepala ibu. Kulit bayi dan ibu dibiarkan bersentuhan selama satu jam dan bila proses menyusui dini terjadi lebih cepat tetap biarkan kulit bayi dan ibu bersentuhan paling tidak sampai satu jam.
  • Apabila dalam satu jam menyusu dini belum terjadi, bayi bisa dirangsang atau didekatkan ke payudara ibu tanpa perlu memasukkan puting ke mulut bayi.
  • Dalam beberapa menit, bayi mungkin hanya akan diam lalu lama kelamaan akan mulai menggerakkan kepala, kaki, bahu dan lengannya, dibantu indera penciumannya bayi akan bisa mencapai payudara ibunya dan menyusu.
  • Bayi menyusu untuk pertama kalinya hanya berlangsung sebentar, kira-kira 15 menit dan dalam 2-3 jam bayi tidak memiliki keinginan untuk menyusu kembali.
  • Di saat inilah pada bayi bisa dilakukan proses menimbang, mengukur panjangnya serta pemeriksaan antropometri lainnya. Termasuk memberikan vitamin K1 dan mengoles salep pada mata bayi.
  • Bayi dimandikan setelah enam jam setelah melahirkan atau boleh ditunda sampai hari berikutnya.
  • Dianjurkan untuk melakukan rooming-in (rawat gabung) dengan sang ibu sehingga bayi bisa disusui kapan pun sesuai keinginannya.
  • Berikan ASIS saja kepada bayi dan hindari memakaikan dot atau empeng.

Dengan mengetahui prosedur atau cara melakukan serta manfaat inisiasi menyusui dini bagi bayi, ibu yang saat ini sudah mendekati masa bersalin (melahirkan) telah bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang.

Bagi anda yang melahirkan anak pertama, selamat menjalani masa-masa paling membahagiakan menjadi seorang ibu, serta selamat kepada suami anda yang telah menjadi seorang ayah bagi sang bayi yang telah dinantikan kehadirannya ditengah-tengah keluarga.

error: Content is protected !!