Pantangan Ibu Hamil

Pantangan Ibu Hamil

Selain lebih memperhatikan asupan gizi selama masa kehamilan, beberapa pantangan bagi ibu hamil terkait makanan, minuman dan beberapa aktivitas keseharian berikut ini harus dihindari agar kesehatan Ibu dan janin terjaga hingga persalinan.

Pantangan tersebut tidak hanya terkait dengan masalah makanan saja, tetapi juga meliputi kesehatan fisik. Apabila Anda ingin mengkonsumsi obat, pastikan terlebih dahulu bekonsultasi pada spesialis kandungan Anda.

Pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan 13 pantangan ibu hamil baik itu terkait makanan dan minuman serta aktivitas lainnya yang sebaiknya dihindari atau dihentikan selama menjalani kehamilan.

13 Pantangan bagi ibu hamil

1. Meminum obat-obatan yang dijual bebas di pasaran

Selain makanan, ibu hamil juga dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi obat-obatan yang terjual bebas di pasaran. Mungkin selama ini Anda tidak merasakan efek negatif apapun saat mengkonsumsi obat-obatan tersebut.

Namun akan berbeda saat masa kehamilan datang. Obat-obatan seperti paracetamol, analgesic, aspirin dapat berbahaya bagi ibu hamil dan janin.

Oleh karena itu, saat mengalami pilek, demam atau batuk saat hamil sebaiknya jangan langsung tergesa-gesa meminum obat. Sebaiknya terlebih dahulu pada spesialis kandungan agar dapat menyarankan obat yang cocok dan aman untuk di konsumsi.

2. Merokok dan menghisap mariyuana

Merokok atau bahkan sampai menghisap mariyuana merupakan beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat sedang hamil. Keduanya bisa menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, atau bahkan kematian pada janin.

Mengapa? Sebab, kedua hal tersebut akan membuat ukuran plasenta bayi menjadi lebih kecil daripada ukuran normal dan menyebabkan palsenta menjadi kurang efisien.

Kondisi tersebut menyebabkan bayi tak mampu menyerap banyak gizi dari ibunya sehingga bobotnya begitu ringan saat lahir nanti.

3. Mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang

Penyalahgunaan narkoba memang sangat dilarang di negara manapun tanpa terkecuali. Sebab dampaknya akan sangat berbahaya bagi tubuh.

Bagi wanita hamil, mengkonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang seperti kokain, kafein, nikotin, dan heroin merupakan hal yang amat sangat dilarang.

Sebab plasenta tidak dapat mencegah obat-obatan tersebut masuk ke dalam janin, sehingga janin Anda akan ikut meminumnya.

4. Mengkonsumsi makanan yang mengandung zat adiktif berbahaya

Terkadang tanpa kita sadari, banyak makanan yang kita konsumsi sehari-hari mengandung zat aditif. Namun, ada beberapa zat aditif yang dapat membahayakan kesehatan ibu hamil dan janin.

Bahkan parahnya, ada pula beberapa zat aditif yang belum teruji secara detail sehingga kandungannya bisa saja membahayakan janin dan sang ibu.

5. Meminum minuman bersoda

Soda merupakan salah satu minuman yang harus di hindari oleh ibu hamil. Sebab soda mengandung fosfor yang begitu tinggi sehingga dapat mengakibatkan kandungan kalsium dalam tubuh menurun.

Apabila terus menurun, maka kandungan kalsium dalam tubuh akan semakin berkurang. Padahal janin yang memiliki kekurangan kalsium selama masa pertumbuhan di dalam rahim, hanya dapat memperoleh tambahan kalsium yang diambil dari tulang ibunya.

6. Hindari minuman beralkohol

Jika Anda adalah pecinta bir, anggur, ataupun wiski, maka hentikanlah dulu kebiasaan tersebut selama masa kehamilan berjalan.

Sebab alkohol akan membawa dampak buruk bagi bayi selama masa kehamilan, pasca kelahiran, bahkan untuk selamanya.

7. Mengalami obesitas dan memiliki tubuh terlalu kurus

Kenaikan berat badan selama masa kehamilan idealnya mencapai 12-15 kilogram. Karena itu, walaupun asupan selama hamil harus terus diperhatikan dan tercukupi, namun ibu hamil harus tetap memperhatikan kenaikan berat badannya.

Bukan hanya wanita yang memiliki masalah obesitas saja, wanita yang terlalu kurus saat hamil pun memiliki resiko yang tak kalah besar.

8. Mengkonsumsi accutane untuk menghilangkan jerawat

Tahukan Anda bahwa accutane sangat berbahaya bagi janin dalam kandungan? Accutane dapat meningkatkan dua puluh lima kali lipat potensi cacat pada bayi yang akan dilahirkan.

Bayi akan berpotensi memiliki kelainan pada otak dan sistem saraf, telinga, wajah, bahkan berpotensi terkena keterbelakangan mental.

9. Mengkonsumsi suplemen vitamin dalam dosis tinggi

Mengkonsumi suplemen vitamin dalam dosis tinggi bukanlah suatu anjuran tepat karena dapat membahayakan janin.

Lebih baik selama masa kehamilan mengkonsumsi makanan yang mengandung sumber vitamin dan pastikan takarannya telah sesuai dengan Piramida Pedoman Makanan.

10. Menggunakan sinar X

Selama masa kehamilan, ada baiknya jika ibu hamil menunda dulu seluruh pemeriksaan yang menggunakan sinar X. Jika foto rontgen (ronsen) tidak terlalu diperlukan dan dapat dilakukan setelah masa kehamilan, maka tundalah hingga pasca melahirkan.

Jika Anda terpaksa harus melakukan pemeriksaan dengan sinar X selama masa kehamilan, pastikan jika petugas radiologi mengetahuinya sehingga ia dapat melakukan prosedur sesuai dengan yang telah ditetapkan.

11. Membuang kotoran kucing

Selama masa kehamilan Anda dianjurkan untuk menghindari membersihkan tempat kotoran kucing agar tidak terkontaminasi dengan sel parasit pemicu penyakit toksoplasmosis.

Toksoplasmosis merupakan penyakit sejenis flu yang disebabkan protozoa. Toksoplasmosis dapat membayakan janin karena dapat mengalami kerusakan parah pada otak dan livernya.

12. Menambal gigi

Selama masa kehamilan, Ibu hamil tidak dianjurkan untuk menambal gigi menggunakan amalgam merkuri karena dikhawatirkan dapat membahayakan janin dalam kandungan.

13. Mandi dengan air sangat panas

Selama masa kehamilan, disarankan untuk tidak berendam dalam air yang terlalu panas dan menghindari jacuzzi, spa, atau pun sauna sepenuhnya. Sebab suhu tingginya dapat meningkatkan suhu tubuh dan berpeluang untuk membuat bayi mengalami cacat bawaan.

Selama masa kehamilan berjalan, ibu hamil harus menjaga suhu kurang dari 38,3 derajat celsius

Dua hal lainnya pantangan ibu hamil yang tidak kami ulas pada artikel ini, yaitu terkait dengan urusan kerja (pekerjaan) serta lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan rumah tangga.

Baca juga:
Proses Pembentukan Embrio
10 Tanda-tanda Hamil dan Gejala Awal
6 Faktor Penyebab Keguguran Kandungan

Anda bisa membacanya secara lengkap pada buku panduan ibu hamil yang ditulis oleh dr. Riyani Limoa, SpOG yang kami jadikan sebagai referensi pada artikel ini.

error: Content is protected !!