Sistem dan Organ Reproduksi Wanita Beserta Fungsinya

Sistem dan Organ Reproduksi Wanita

Tidak seperti sistem tubuh yang lain, organ reproduksi wanita dianggap memiliki keunikan tersendiri, sehubungan dengan bentuk dan fungsinya.

Tujuan utama sistem reproduksi wanita adalah menghasilkan sel telur gamet, disebut juga ovum atau sel telur. Sistem tersebut dianggap kompleks karena sebagian besar fungsi reproduksi manusia dimulai dan terjadi melakui sistem reproduksi wanita.

Adapun fungsi organ reproduksi wanita, selain sebagai alat aktifitas seksual adalah menghasilkan ovum, mengirim ovum hingga pada tempat dimana ia dapat dibuahi oleh spermatozoa, tempat implantasi, kehamilan dan juga kelahiran bayi.

Jadi seperti apa sistem reproduksi wanita beserta fungsi dan bagian-bagiannya? Berikut penjelasan lengkapnya yang dikutip dari buku cara cepat hamil dr. Rosdiana Ramli.

Sistem dan Organ Reproduksi Wanita

Anatomi yang dijelaskan disini hanya organ bagian dalam yang berperan penting dalam proses pembuahan, kehamilan, sampai bersalin.

1. Vagina

Vagina adalah saluran yang menghubungkan bagian luar tubuh dengan rahim dan bersifat elastis. Saluran ini panjangnya sekitar 7 hingga 10 cm dan lebar kurang dari 2.5 cm.

Ukuran ini akan bertambah ketika terjadi rangsangan seksual dan dapat juga meregang sampai diameter 10 cm saat proses persalinan.

Fungsi vagina adalah sebagai tempat terjadinya hubungan seksual, serta jalan keluar darah haid (menstruasi) dan juga jalan keluar bayi pada proses persalinan.

Ujung vagina ditutupi oleh selaput dara yang tipis dan bentuknya berbeda-beda tiap wanita. Selaput dara pada umumnya akan rusak saat wanita melakukan hubungan intim untuk pertama kalinya.

Dalam kasus tertentu, selaput dara juga bisa rusak karena sebab lain, misalnya kecelakaan, atau malah tetap utuh meski sudah berkali-kali melakukan hubungan intim.

2. Serviks

Serviks atau mulut rahim adalah bagian terendah dari rahim, yang menghubungkan rahim dengan vagina. Serviks ini memproduksi lendir, jadi salah satu fungsinya adalah sebagai pencegah masuknya kuman dan bakteri merugikan.

Saat hamil, serviks berperan menjaga bayi dalam kandungan agar tetap pada tempatnya. Jika terjadi kelainan pada serviks pada saat kehamilan karena tidak menutup rapat (inkompetensi serviks) maka janin akan keluar sebelum waktunya.

3. Rahim

Rahim merupakan salah satu sistem reproduksi wanita yang sangat berperan penting dalam siklus menstruasi, kehamilan dan persalinan adalah rahim atau istilah medisnya uterus.

Normalnya, ukuran rahim kecil dan hanya sebesar genggaman tangan. Namun saat mengandung, rahim akan berubah ukuran menjadi sangat besar hingga cukup nyaman bagi janin yang sangat rapuh sebagai tempat berlindung.

Rahim memiliki 3 lapisan yaitu endometrium, miometrium, dan perimetrium. Endometrium akan menebal selama siklus haid lalu akan luruh saat tidak terjadi kehamilan.

Bentuk rahim sendiri menyerupai buah pir dengan rongga yang elastis di dalamnya sebagai tempat tumbuh kembang janin. Panjang rahim normal sekitar 7 cm dan berat sekitar 60 gram, saat mendekati persalinan, berta rahim bisa mencapai 1 hingga 2 kg.

4. Saluran telur

Saluran telur atau tuba falopil adalah saluran antara rongga rahim dengan indung telur. Bagian ujung saluran telur berbentuk seperti jemari yang akan menangkap sel telur yang dilepaskan indung telur saat ovulasi.

Setiap wanita yang normal memiliki sepasang saluran telur di kiri dan kanan. Sekitar dua pertiga panjang saluran telur, disebut ampulla yang merupakan tempat pertemuan antara sel sperma dan sel telur.

Kemudian embrio yang berkembang akan bergerak menuju rongga rahim dengan bantuan rambut-rambut getar yang tedapat di dinding saluran telur.

5. Indung telur

Indung telur adalah sepasang saluran kelenjar yang berbentuk oval kira-kira sebesar ibu jari yang merupakan tempat produksi sel telur dan hormon terutama estrogen dan progesteron. Sepasang indung telur ini akan bergantian memproduksi sel telur tiap bulannya.

Hormon estrogen dan progesteron yang dihasilkan indung telur merupakan pembawa sifat kewanitaan dalam mempengaruhi pola haid.

Indung telur mulai aktif bekerja pada saat mulai datangnya haid sekitar usia 10 hingga 12 tahun dan akan berhenti saat seorang wanita telah menopause.

6. Sel telur

Pada usia subur, setiap indung telur berisi ribuan telur, namun hanya satu telur matang yang dilepaskan ke saluran telur setiap bulannya (proses ovulasi), sesuai siklus haid selama wanita itu berada dalam masa subur.

Baca juga:
9 Cara Mengukur Suhu Basal Badan
8 Faktor Penyebab Infertilitas Pada Wanita
Cara Menghitung Masa Subur Wanita Setelah Haid Sistem Kalender

Dibandingkan pria, sistem reproduksi wanita lebih kompleks dan rentan terhadap serangan penyakit, baik virus atau bakteri. Banyaknya angka kematian wanita dewasa salah satunya adalah karena sistem reroduksi yang tidak sehat.

error: Content is protected !!