10 Tanda-tanda Hamil dan Gejala Awal

Tanda Tanda Kehamilan

10 Tanda-tanda kehamilan atau presumtif (dugaan) hingga dipastikan positif hamil melalui Ultrasonografi (USG) serta denyut jantung janin dapat didengar atau diamati oleh dokter yang memeriksa.

Gejala awal kehamilan yang dialami setiap wanita pastinya berbeda. Hal ini dikarenakan kondisi kehamilan yang dialami setiap wanita tidak ada yang sama. Semuanya bergantung pada kesehatan ibu dan janin yang dikandungnya.

Dalam beberapa kasus yang terjadi, sangat jarang ditemui wanita yang mengalami seluruh tanda-tanda dugaan hamil secara bersamaan dan beruntun. Biasanya wanita hamil hanya mengalami beberapa gejala saja, jadi Anda tidak perlu khawatir.

Baiklah, bagi Anda yang saat ini sedang menanti datangnya kehamilan berikut 10 tanda-tanda dugaan hamil yang kami kutip dari buku panduan ibu hamil yang ditulis dr. Riyani Limoa, SpOG.

Tanda Tanda Kehamilan

1. Amenore (Terhentinya menstruasi atau haid)

Amenore dapat terjadi karena kondisi tubuh yang tengah hamil menyebabkan dinding dalam rahim tidak dilepaskan. Terhentinya menstruasi merupakan salah satu tanda atau gejala yang harus Anda waspadai.

Namun, Amenore bukanlah satu-satunya tanda positif (mutlak) yang menyatakan bahwa seorang wanita tengah hamil. Sebab Amenore juga dapat terjadi pada orang-orang yang menderita penyakit kronik seperti tumor hipofise dan bisa juga terjadi karena perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar tempat tinggal.

2. Terasa perih dan sakit pada payudara

Perubahan yang terjadi pada payudara juga dapat menjadi dugaan sebagai sebuah tanda-tanda hamil. Pada minggu-minggu awal kehamilan, payudara wanita akan terasa perih atau sakit.

Pada saat payudara sakit dan perih, maka dianjurkan untuk menggenakan bra yang nyaman dan sesuai dengan ukuran agar payudara tetap sehat

3. Merasa mual dan muntah di pagi hari

Gejala merasa mual dan muntah di pagi hari biasa juga disebut dengan “Morning sick”, biasanya terjadi pada 6 minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir. Gejala ini biasanya berlangsung beberapa saat dan akan menghilang beberapa jam kemudian.

Namun sebagian wanita biasanya akan mengalami morning sick lebih dari 20 minggu dan sebagiannya lagi mengalaminya dalam rentang waktu-waktu tertentu.

4. Merasakan kelelahan yang sangat luar biasa

Gejala kelelahan luar biasa yang dirasakan biasanya terjadi saat usia kehamilan memasuki enam hingga empat belas minggu. Karena itu, sangat dianjurkan untuk lebih banyak istirahat dan harus mengatur jadwal aktivitas dengan lebih baik.

5. Quickening (Persepsi merasakan gerakan-gerakan bayi)

Ibu hamil dapat merasakan  denyut ringan pada perutnya saat usia kehamilan telah memasuki trisemester kedua (sekitar minggu ke-16 hingga minggu ke-20).

intensitas denyutan tersebut akan terus meningkat setiap harinya. Bahkan bukan hanya denyutan, wanita hamil juga dapat merasakan adanya gelembung dan ketukan dari dalam perutnya.

Denyutan, ketukan, bahkan gelembung yang dirasakan tersebut akhirnya menimbulkan suatu persepsi adanya kehidupan calon bayi dalam rahim inilah yang dikenal dengan nama Quickening.

6. Terjadi perubahan tekstur pada payudara

Selain merasakan perih atau sakit, tanda-tanda kehamilan lainnya adalah tekstur payudara juga akan terasa lunak saat usia kehamilan mulai memasuki trisemester pertama.

Ukuran payudara tesebut akan terus bertambah besar dan pembuluh vena yang terletak di bawah kulit akan semakin terlihat. Selain itu, puting akan nampak lebih besar, berwarna lebih hitam dan nampak lebih tegak.

Selain perubahan fisik, di bulan berikutnya payudara akan mengeluarkan suatu cairan berwarna bening atau kekuningan yang dalam dunia medis disebut dengan kolostrum.

Nantinya cairan ini akan digunakan sebagai makan bayi. Saat kolostrum mengering, maka cukup membasuhnya dengan air hangat. Hindari penggunaan sabun sebab dapat menimbulkan iritasi pada puting.

7. Mengalami pingsan

Pingsan dapat terjadi karena tekanan darah dalam tubuh begitu rendah. Selain itu pingsan juga disebabkan karena kurangnya kadar gula dalam darah.

8. Sering buang air kecil

Tanda -tanda kehamilan berikutnya adalah sering buang air kecil. Gejala ini terjadi karena rahim yang mulai membesar semakin mendesak kandung kemih.

Biasanya, saat kehamilan mulai memasuki trisemester kedua gejala ini akan hilang. Namun gejala ini dapat kembali muncul pada akhir kehamilan karena kandung kemih tertekan oleh kepala bayi. Hindari minum kopi, teh dan minuman cola agar tidak mengganggu kesehatan diri dan janin dalam kandungan.

9. Munculnya varises

Varises atau pemekaran pembuluh vena dapat terjadi karena adanya peningkatan hormon estrogen dan progesteron. Peningkatan kedua hormon yang berpengaruh dalam menstruasi dan ovulasi ini mengakibatkan terjadinya penampakan pada pembuluh vena di sekitar kaki dan betis serta payudara.

10. Terjadinya Konstipasi atau sembelit

Tanda-tanda kehamilan yang terakhir adalah terjadinya konstipasi akibat adanya pengaruh hormon steroid. Sebaiknya jangan buru-buru menggunakan obat pencahar untuk memperlancar buang air besar. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kandungan.

Hormon steroid menyebankan gerakan otot-otot usus menurun hingga akhirnya menyebankan susah buang air besar. Memakana makanan berserat tinggi dan mengkonsumsi banyak air putih dapat menjadi solusi untuk mengatasi konstipasi.

Baca juga:
Pantangan Ibu Hamil
Bolehkah Berhubungan Intim Saat Hamil Muda?
11 Jenis Zat Aditif Pada Makanan Berbahaya Bagi Ibu Hamil & Janin

Gejala atau 10 tanda-tanda kehamilan yang telah dijelaskan di atas dalam medis di kenal dengan istilah presumtif atau dugaan. Untuk memastikan apakah Anda positif hamil maka akan dilakukan oleh dokter kandungan menggunakan USG.

Dan dengan memastikan adanya detakan jantung dalam janin, spesialis kandungan biasanya melakukan auskultasi (dokter dapat mendengarkan suara di dalam tubuh pasiennya) tepat di bagian perut menggunakan stetoskop khusus seperti stetoskop monoral Laennec biasanya saat usia kehamilan memasuki minggu ke-17 hingga 22.

error: Content is protected !!