11 Jenis Zat Aditif Pada Makanan Berbahaya Bagi Ibu Hamil & Janin

Zat Aditif Pada Makanan

Kita sering tidak menyadari bahwa banyak makanan mengandung zat aditif yang dikonsumsi bisa membahayakan kesehatan untuk ibu hamil dan janin yang dikandungnya.

Zat aditif adalah bahan yang ditambahkan dengan sengaja ke dalam makanan dalam jumlah kecil, dengan tujuan untuk memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, dan memperpanjang daya simpan – wikipedia.

Bagi Anda yang saat ini sedang dalam masa kehamilan, berikut jenis makanan yang sebaiknya dihindari karena mengandung zat aditif seperti yang diuraikan pada buku panduan ibu hamil oleh dr. Riyani Limoa.

Zat Aditif Membahayakan Kesehatan Ibu hamil dan Janin

1. Zat Pewarna makanan

Zat aditif seperti yang terdapat pada pewarna makanan harus Anda hindari sebab beberapa jenis di antaranya belum teruji secara detail.

Bahkan di antaranya juga dapat memicu tumbuhnya sel-sel kanker dalam tubuh dan dapat menyebabkan timbulnya sikap hiperaktif.

Pewarna makanan sering kita jumpai di berbagai macam makanan, mulai dari makanan ringan seperti snack, permen, atau pun makanan yang dioven.

2. Penyedap rasa

Penyedap rasa banyak ditemukan dalam makanan cepat saji atau junk food. Parahnya para produsen kadang tidak mencantumkan secara detail dan transparan jenis perasa pada produknya.

Mereka hanya mencantumkan kalimat “perasa buatan” atau “artificial flavor” di dalam ingredients. Tentunya hal ini harus diwaspadai, sebab belum di ketahui keamanannya untuk janin.

3. Pemanis buatan

Mengganti gula dengan pemanis buatan seperti aspartam dan sakarin bukanlah solusi yang baik. Sebab pemanis buatan yang penggunaannya dibatasi oleh BPOM tersebut tidak memiliki fungsi lebih baik daripada pemanis alami.

Selain aspartam dan sakarin, pemanis buatan lainnya yang tidak dianjurkan pemakaiannya adalah Acesulfame K. Hal ini disebabkan Acesulfame K belum pernah melalui pengujian secara menyeluruh.

4. Kafein

Kafein merupakan stimultan alami yang biasanya terdapat di dalam minuman seperti kopi, teh, coklat dan juga pada minuman cola.

Menurut beberapa penelitian, penggunaan kafein yang berlebihan dapat mengakibatkan keguguran atau kelainan pada janin. Pemakaian kafein seperti kopi hanya aman bagi janin apabila sang ibu menggunakan dalam jumlah wajar.

5. Monosium Glutamate (MSG) / Vetsin

Selama ini MSG memang dikenal sebagai penyedap rasa yang banyak digunakan dalam sup, makanan seafood, chinese food, dan makanan-makanan lainnya.

Penelitian yang dilakukan pada anak tikus menyatakan bahwa pemakaian MSG yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan sel otak.

6. Kina

Zat yang biasa digunakan dalam tonik dan lemon pahit ini juga belum melalui pengujian secara menyeluruh seperti Acesulfame K. Mengkonsumsi terlalu sering dapat menjadi penyebab kelainan pada bayi Anda.

7. Sulfur Dioksida dan Sodium Bisufit

Sulfur dioksida dan sodium bisufit biasanya digunakan sebagai pengawet dan pemutih dalam produk seperti manisan, buah-buahan yang diiris, udang atau ikan laut segar, serta beberapa olahan kentang.

Kedua zat ini dapat menghancurkan vitamin B. Padahal dengan kekurangan vitamin B, maka peluang terjadinya morning sickness pada ibu hamil akan semakin besar. Dan juga dapat menimbulkan alergi bahkan kematian pada bayi yang sensitif.

8. Sodium Nitrit dan Sodium Nitrat

Kedua zat kimia ini juga sering digunakan untuk mempertahankan warna dan menambah rasa enak serta gurih pada makanan olahan seperti hot dog, corned beef dan daging babi.

Selain pada olahan makanan yang disebutkan di atas, biasanya kedua zat ini juga terdapat dalam produk-produk yang mengandung kadar lemak tinggi.

9. Butylated Hydroxyanisol (BHA) dan Butylated Hydroxytoluene (BHT)

BHA dan BHT merupakan antioksidan yang biasanya digunakan dalam proses pembuatan minyak. Kedua zat ini berfungsi untuk menjaga bau minyak agar tidak cepat tengik.

Namun keamanan BHA dan BHT memang sempat menimbulkan pro dan kontra. Terlebih karena adanya sebuah penelitian menyebutkan BHA merupakan salah satu pemicu timbulnya sel kanker pada tikus.

10. Propyl Gallate

Walaupun sering digunakan sebagai antioksidan dama beberapa makanan olahan daging, minyak sayur, permen karet, sup ayam, dan stik kentang, namun propyl gallate ternyata belum melalui pengujian secara detail.

Sangat tidak dianjurkan untuk dihindari penggunaannya oleh ibul hamil. Propyl gallate biasa digunakan bersamaan dengan BHA dan BHT dan disinyalir dapat memicu tumbuhnya sel-sel kanker.

11. Asam Fosfat dan Fospat

Zat aditif terakhir yang berbahaya bagi ibu hamil adalah asam fosfat dan fosfat. Kedua zat kimia yang biasanya digunakan sebagai pencegah terjadinya perubahan warna dalam olahan makanan ini memang tidak beracun, namun konsumsinya yang berlebihan dapat memicu labilnya pola makan dan osteoporosis.

Tentunya kedua zat ini sangat tidak bermanfaat bagi ibu hamil. Sebab sebagai soerang wanita yang tengah mengandung, kekuatan tulang sangat diperlukan.

Baca juga:
10 Tanda-tanda Hamil dan Gejala Awal
6 Faktor Penyebab Keguguran Kandungan
Pantangan Ibu Hamil Terkait Makanan, Minuman dan Pola Hidup

Dengan menghindari semua jenis makanan yang mengandung zat aditif seperti yang telah diuraikan di atas, maka kesehatan ibu hamil dan janin bisa lebih terjaga hingga persalinan.

Tentu cara terbaik yang harus dilakukan oleh ibu hamil mempunyai pola makan kurang sehat sebelumnya, kini dituntut lebih berhati-hati agar janin yang dilahirkan kelak tumbuh menjadi bayi yang sehat.

error: Content is protected !!